Film ini bercerita tentang Evan Taylor (Freddie Highmore) yang terdampar di panti asuhan. Evan percaya orang tuanya masih hidup, dan dia dapat menemukan orang tuanya dengan mengikuti suara musik.

Dengan modal nekat, Evan meninggalkan panti asuhan tersebut dan mencoba mencari orang tuanya. Di film ini ada beberapa non sense, salah satunya adalah ketika flashback antara Louis (Jonathan Rhys Meyers) yang merupakan seorang rockstar, bertemu dengan Lyla (Keri Russel), seorang pemain cello handal.

Pertemuan mereka benar-benar kebetulan. Ketika mendengarkan alunan melodi dari seorang pengamen, keduanya bertemu di atap gedung, dan mereka pun ngobrol.

Sembari ngobrol, Louis pun bercerita tentang musik. Lyla dengan antusias mendengar cerita Louis. Tak disangka mereka pun seperti dua kutub magnet yang berlainan. Satu sama lain menjadi tertarik, and yes, they’re making out! Kinda non sense, huh? Masa baru ketemu sudah berhubungan intim?

Dan tentunya ketebak kalau Lyla hamil! Evan adalah hasil pembuahan mereka berdua. Kisah cinta Louis dan Lyla tidak berjalan mulus. Ayah Lyla membawa Lyla pergi dari hadapan Louis, padahal Lyla sedang mengandung anak hasil ‘kecelakaan’nya dengan Louis.

Ketika umur kandungan Lyla sudah mendekati kelahiran, tiba-tiba Lyla kecelakaan. Ayah Lyla yang tidak ingin karir Lyla sebagai Celloist hancur, akhirnya memanfaatkan moment ini dan di depan Lyla ia berkata bahwa anak yang dikandungnya telah meninggal. Sedangkan bayi mungil Evan diserahkan ke panti asuhan.

Evan merupakan anak dari 2 musisi handal. Darah musik tentunya mengalir di dirinya. Ia mempunyai bakat musik sejak kecil dan kini ia berumur 12 tahun. Ia dapat mendengar suara musik dimana saja. Dengan suara musik yang ia dengar, Evan menjadikannya petunjuk untuk menemukan orang tuanya.

august-rush1

Ketika sampai di New York, Evan memperhatikan seorang pengamen. Ia tampak begitu tertarik dengan gitar yang dimainkan Arthur (Leon G. Thomas III). Akhirnya Evan mengikuti Arthur demi mendapatkan tempat tinggal. Arthur mengenalkan Evan pada Wizard (Robin Williams). Wizard adalah seorang musisi jalanan yang menampung anak-anak yang memiliki bakat di bidang musik. Kalau di Indonesia mungkin bisa dibilang boss pengamen yang jago musik.

Evan pun tinggal bersama Wizard. Pagi harinya ketika bangun tidur, Evan yang sejak kemarin tertarik dengan gitar milik Arthur mencoba memainkan alat musik tersebut. Tak disangka, musik yang dimainkan Evan begitu indah. Wizard yang melihat bakat Evan berambisi menjadikan Evan sebagai musisi. Sejak itu kehidupan Evan menjadi complicated.

Satu komentar

  1. weeeeeeeeh~ ada DVD nya gk? wqaqa..
    cie~ kmrn” nntn langsung masuk blog gtu wqeqeq.. <3 this Movie~ lol~


Tulis sebuah Komentar

*
*